
Pada dasarnya manusia tidak pernah dapat memenuhi keperluan dirinya sendiri. Ia amat memerlukan petunjuk Ilahi agar memiliki persepsi yang tepat tentang Kenyataan, serta guna menjalani kehidupannya. Al-Qur’an berisi titah Allah, murni dan sederhana, tanpa ada tambahan fikiran manusia di dalamnya, serta tidak ada pula yang dihilangkan sejak pewahyuannya yang asli. Ia adalah dan akan tetap sebagai firman Ilahi yang mewujud dalam bahasa manusia.
Kitab Suci itu merupakan Kitab Hidayah atau Buku Petunjuk bagi kehidupan manusia, yang ditujukan untuk menuntun manusia ke arah jalan yang lurus. “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa” (Q.S; 2:2). Orang yang bertakwa dimaknai sebagai orang yang memelihara dan menjaga dirinya dari azab Allah SWT, serta menjauhi apa yang dilarang-Nya. Mereka yang mengikuti petunjuk dari Kitabullah ini akan mencapai kebahagian di dunia maupun di akhirat kelak.